Materi Pai XI


- *Nama Guru*     : Yahya http://S.Pd.I

- *Mata Pelajaran*: Pendidikan Agama Islam dan Budi        Pekerti  

- *Hari/ Tanggal* : Senin/ 7 September 2026

- *Kelas*               : XI IPA 3

- *Materi*            : Memelihara Lisan


*2. TUJUAN PEMBELAJARAN*

1.  Murid mampu memahami pengertian memelihara lisan menurut Islam

2.  Murid mampu menjelaskan bahaya lisan dan akibat ghibah, fitnah, serta berkata kasar

3.  Murid mampu menerapkan cara memelihara lisan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan media sosial


*3. AYAT AL QUR'AN & HADITS YANG BERKAITAN*

*QS. Qaf ayat 18*  

> *مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ*  

> _“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir”_


*QS. Al-Hujurat ayat 12*  

> _“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya”_


*HR. Bukhari & Muslim*  

> _“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam”_

*Kaitan dengan materi:*  

Ayat dan hadits di atas menegaskan bahwa setiap ucapan akan dihisab. Lisan bisa menjadi sumber pahala jika digunakan untuk kebaikan, dan bisa menjadi sumber dosa jika digunakan untuk menyakiti orang lain.

* MATERI PEMBELAJARAN*

Assalamu'alaikum wr wb  

Anak-anak sholeh sholeha kelas *XI IPA 1* yang abi banggakan, selamat pagi semuanya. Semoga lisan kita selalu terjaga dari perkataan yang menyakiti. aamiin.  

Pada pertemuan kali ini abi akan menyampaikan materi tentang *Memelihara Lisan*.

_Contoh bahaya lisan: Ghibah, Fitnah, Bully, Hoax_

*A. Pengertian Memelihara Lisan*  

Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar tidak keluar kata-kata kotor, dusta, ghibah, fitnah, adu domba, dan perkataan sia-sia. Termasuk juga menjaga lisan di media sosial.

*B. Bahaya Lisan* 

1.  *Ghibah* → Membicarakan keburukan orang lain

2.  *Fitnah* → Menuduh tanpa bukti

3.  *Namimah* → Adu domba

4.  *Berkata Kasar & Mencaci* → Bisa melukai hati

5.  *Dusta & Hoax* → Menyesatkan orang banyak

Rasulullah bersabda: _“Kebanyakan manusia masuk neraka karena dua lubang: mulut dan kemaluan”_

_Cara syukur lisan: Dzikir, Dakwah, Menasehati, Diam_

*C. Cara Memelihara Lisan* 

1.  *Berkata Baik atau Diam* → Prinsip utama seorang muslim

2.  *Memperbanyak Dzikir* → Ganti ghibah dengan istighfar

3.  *Tabayyun* → Cek kebenaran berita sebelum share

4.  *Menahan Marah* → Jangan bicara saat emosi

5.  *Menggunakan Medsos Bijak* → Jangan komen nyinyir, jangan sebar hoax

*D. Hikmah Memelihara Lisan* 

1.  Menjaga persaudaraan dan kerukunan

2.  Dicintai Allah dan manusia

3.  Selamat dari dosa dan penyesalan

4.  Lisan menjadi ringan untuk berdzikir dan berdakwah


*5. ASESMEN*

1.  Jelaskan pengertian memelihara lisan!

2.  Sebutkan 3 bahaya lisan dan contohnya di media           sosial!

3.  Bagaimana cara memelihara lisan ketika kita marah       dengan teman?

4.  Jelaskan maksud hadits “Berkata baik atau diam”!

5.  Buat komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya            akan menjaga lisan dengan cara..."

Silahkan tulis jawabannya di kolom komentar & silahkan absensi di kolom komentar & jam berapa absennya 

*6. REFLEKSI*

Pernahkah kamu menyakiti orang lain dengan lisan, baik langsung maupun di WA/IG/TikTok? Bagaimana cara kamu meminta maaf dan memperbaikinya?


Demikian materi hari ini. Mari kita jaga lisan karena dari lisanlah bisa lahir surga atau neraka.  

Wassalamu’alaikum Wr wb

Komentar

  1. assalamualaikum saya calista syifa naqiya 11.ipa 1

    1.Memelihara lisan adalah menjaga ucapan kita agar tidak menyakiti orang lain, tidak berkata bohong, mencela, menggunjing, atau berkata kotor. Kita hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat.

    *2. -Ghibah/Menggunjing*: Contohnya berkomentar menjelekkan teman di kolom komentar TikTok.
    -*Fitnah/Hoaks*: Contohnya menyebarkan berita bohong tentang seseorang di grup WhatsApp.
    - *Bully/Mencaci*: Contohnya berkomentar kasar dan menghina postingan orang di Instagram.

    *3. Cara memelihara lisan ketika marah adalah dengan menarik napas, tidak langsung membentak, memilih diam dulu, lalu bicara baik-baik setelah tenang. Mengingat hadits "Berkata baik atau diam".

    *4. Maksudnya adalah jika kita ingin berbicara, maka ucapkanlah perkataan yang baik dan bermanfaat. Tetapi jika tidak bisa berkata baik, lebih baik kita diam agar tidak menimbulkan dosa dan menyakiti orang lain.

    5. Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dulu sebelum berbicara, tidak ikut berkomentar negatif di media sosial, dan mengganti kata kasar dengan kata yang baik.

    BalasHapus
  2. siti aisah fadilah XI.F.A.1
    1.Pengertian Memelihara Lisan
    Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar senantiasa bernilai kebaikan, benar, dan bermanfaat, serta menahan diri dari perkataan yang dilarang agama seperti dusta, ghibah, fitnah, dan menyakiti perasaan orang lain.
    2.Bahaya Lisan dan Contoh di Media Sosial
    •Ghibah (Membicarakan Aib): Menuliskan komentar di unggahan orang lain yang membongkar aib atau kekurangan fisik seseorang tanpa pengetahuannya.
    • Namimah (Adu Domba): Menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi (chat) antarteman ke ruang publik untuk memicu permusuhan.
    •Buhtan (Fitnah): Menuduh seseorang melakukan pelanggaran atau kejahatan di kolom komentar tanpa adanya bukti yang valid.
    3.Cara Memelihara Lisan Ketika Marah dengan Teman
    •Mengunci Ucapan (Diam): Menghentikan percakapan saat emosi memuncak untuk mencegah terucapnya kata-kata kasar atau makian.
    • Mengubah Posisi dan Berwudu: Menenangkan diri dengan mengambil air wudu atau bergeser dari lokasi perdebatan untuk mendinginkan kepala.
    • Sebelum Merespons: Mengingat dampak buruk dari perkataan yang menyakitkan sebelum memutuskan untuk membalas ucapan teman.
    4.Maksud Hadits “Berkata Baik atau Diam”
    Hadits tersebut mengajarkan bahwa seseorang harus berpikir jernih sebelum berbicara; jika perkataannya mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi sesama, maka ucapkanlah, namun jika ragu atau berpotensi menimbulkan keburukan, memilih untuk diam adalah sikap yang jauh lebih selamat.
    5.Komitmen Menjaga Lisan
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dua kali sebelum mengetik komentar di media sosial dan segera mengalihkan topik pembicaraan jika obrolan mulai mengarah pada ghibah.

    BalasHapus
  3. assalamualaikum abi saya billy akbar dari kelas 11.ipa1 ingin mengumpulkan tugas esay
    1. Pengertian Memelihara Lisan

    Memelihara lisan adalah menjaga setiap ucapan yang keluar dari mulut agar selalu baik, sopan, dan benar. Tidak boleh berkata yang menyakiti orang lain, berbohong, atau menimbulkan kerugian, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

     

    2. 3 Bahaya Lisan dan Contohnya di Media Sosial

    1. Berbohong / menyebarkan berita bohong
    Contoh: Membagikan postingan yang isinya tidak benar tanpa mengecek dulu, lalu banyak orang ikut percaya dan menyebarkannya.

    2. Menggunjing / membicarakan aib orang lain
    Contoh: Membuat komentar atau tulisan yang membicarakan kekurangan serta kesalahan orang lain di media sosial.

    3. Berkata kasar / menghina
    Contoh: Memberikan kata-kata kotor, mengejek, atau menghina orang lain hanya karena berbeda pendapat.

     

    3. Cara Memelihara Lisan Ketika Marah dengan Teman

    - Tahan diri dan jangan langsung bicara saat sedang marah.

    - Tarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.

    - Jangan ucapkan kata kasar atau menyakitkan.

    - Bicara dengan sopan dan jujur setelah emosi mereda.

    - Jika belum bisa bicara dengan baik, lebih baik diam dulu.

     

    4. Maksud Hadits “Berkata Baik atau Diam”

    Artinya: Ucapkanlah perkataan yang baik dan bermanfaat saja. Jika yang ingin diucapkan tidak baik, tidak berguna, atau bisa menyakiti orang lain, maka lebih baik diam. Jangan bicara hal yang sia-sia atau merugikan.

     

    5. Komitmen

    "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara: tidak berkata kasar kepada siapa pun, tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya, tidak menggunjing teman, selalu berbicara dengan sopan, dan jika sedang marah saya akan tenang dulu sebelum berbicara."

    BalasHapus
  4. Reina dini mulia XI.FA.1
    1.Pengertian: Menjaga ucapan dari kata-kata kotor, dusta, ghibah, fitnah, adu domba, dan perkataan sia-sia, baik secara langsung maupun di media sosial.

    2.​3 Bahaya Lisan & Contoh di Medsos:
    ​Ghibah: Membicarakan aib/keburukan orang lain di kolom komentar.
    ​Fitnah: Menuduh seseorang tanpa bukti lewat unggahan atau status.
    Hoax/Dusta: Membagikan berita bohong yang menyesatkan publik.

    3.​Cara Saat Marah: Menahan diri dan tidak berbicara saat emosi agar tidak mengeluarkan kata-kata kasar/mencaci.

    4.​Maksud Hadits: Prinsip utama seorang muslim untuk hanya menyampaikan ucapan yang baik. Jika tidak bisa, lebih baik diam.

    5.​Komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara menahan diri saat marah, dan memperbanyak istighfar."

    BalasHapus
  5. Charrisa dwi anggraini
    ( 11.F.A 1 )

    1. Menjaga dan mengontrol ucapan agar hanya menyampaikan hal baik, jujur, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.

    2. 3 Bahaya Lisan di Media Sosial :
    * Ghibah:Mengumbar aib orang lain di kolom komentar.
    * Fitnah/Hoaks:Membagikan berita bohong tanpa klarifikasi.
    * Ujaran Kebencian:Menulis kata kasar atau hinaan (cyberbullying).

    3. Cara Menjaga Lisan
    * Diam sejenak dan menahan diri.
    * Membaca istighfar/ta'awwuz.
    * Menyampaikan masalah dengan tenang setelah emosi mereda.

    4. Artinya "Keselamatan manusia terletak pada kemampuannya menjaga lisan." Menjaga lisan menghindarkan kita dari dosa dan bahaya.

    5. Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara atau menulis komentar, menghindari kata kasar/ghibah, serta selalu berkata jujur dan baik.

    BalasHapus
  6. AL AZZAM BANYU BIRU
    (XI.FA.1)

    1.Memelihara lisan adalah menjaga ucapan dan tulisan agar selalu bermakna baik dan tidak menyakiti orang lain.
    2.3 Bahaya lisan di media sosial:
    Ghibah: Menggunjing/menggosipkan aib orang di kolom komentar.
    Fitnah: Menyebarkan berita bohong atau hoaks yang menyudutkan orang lain.
    Bullying:mencacimaki atau ujaran kebencian.
    3.Cara menjaga lisan saat marah:
    Memilih diam dan menunda merespons sampai emosi benar-benar reda.
    4.Maksud hadits: Berpikir sebelum bicara; jika ucapan tidak membawa manfaat atau kebaikan, wajib untuk diam.
    5.Komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara.

    BalasHapus
  7. nama: asyifa khairotun nazwa
    kelas: XI fa 1
    1.Pengertian Memelihara Lisan
    Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar senantiasa bernilai kebaikan, benar, dan bermanfaat, serta menahan diri dari perkataan yang dilarang agama seperti dusta, ghibah, fitnah, dan menyakiti perasaan orang lain.
    2.Bahaya Lisan dan Contoh di Media Sosial
    Ghibah (Membicarakan Aib): Menuliskan komentar di unggahan orang lain yang membongkar aib atau kekurangan fisik seseorang tanpa pengetahuannya.
    Namimah (Adu Domba): Menyebarkan tangkapan layar percakapan pribadi (chat) antarteman ke ruang publik untuk memicu permusuhan.
    Buhtan (Fitnah): Menuduh seseorang melakukan pelanggaran atau kejahatan di kolom komentar tanpa adanya bukti yang valid.
    3.Cara Memelihara Lisan Ketika Marah dengan Teman
    Mengunci Ucapan (Diam): Menghentikan percakapan saat emosi memuncak untuk mencegah terucapnya kata-kata kasar atau makian.
    Mengubah Posisi dan Berwudu: Menenangkan diri dengan mengambil air wudu atau bergeser dari lokasi perdebatan untuk mendinginkan kepala.
    Berpikir Sebelum Merespons: Mengingat dampak buruk dari perkataan yang menyakitkan sebelum memutuskan untuk membalas ucapan teman.
    4.Maksud Hadits “Berkata Baik atau Diam”
    Hadits tersebut mengajarkan bahwa seseorang harus berpikir jernih sebelum berbicara; jika perkataannya mendatangkan kebaikan dan manfaat bagi sesama, maka ucapkanlah, namun jika ragu atau berpotensi menimbulkan keburukan, memilih untuk diam adalah sikap yang jauh lebih selamat.
    5.Komitmen Menjaga Lisan
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dua kali sebelum mengetik komentar di media sosial dan segera mengalihkan topik pembicaraan jika obrolan mulai mengarah pada ghibah.

    BalasHapus
  8. Assalamualaikum
    Azka Nailah Zhafirah 11 IPA 1

    1. Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar tidak keluar kata-kata kotor, dusta, ghibah, fitnah, adu domba, dan perkataan sia-sia. Termasuk juga menjaga lisan di media sosial.
    2. •Ghibah : Berkomentar atau membuat postingan di grup percakapan tentang keburukan seseorang.
    •Fitnah : Menuduh seorang figur publik melakukan tindakan curang tanpa bukti valid di kolom komentar Instagram atau TikTok.
    •Hoax : Membagikan ulang informasi atau tautan palsu di X,Facebook,Instagram atau aplikasi lainnya tanpa melakukan verifikasi kebenarannya terlebih dahulu.
    3. dengan memperbanyak dzikir, diam, menenangkan diri dan pikiran agar bisa berpikir jernih.
    4.setiap ucapan akan dihisab, Lisan bisa menjadi sumber pahala jika digunakan untuk kebaikan, dan bisa menjadi sumber dosa jika digunakan untuk menyakiti orang lain.
    5.Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara, menghindari gosip, serta memastikan setiap kata yang keluar adalah hal yang baik atau lebih memilih diam.

    BalasHapus
  9. Keisha Ayudia XI.F.A.1
    1. Memelihara lisan adalah menjaga ucapan kita agar tidak menyakiti orang lain, tidak berkata bohong, mencela, menggunjing, atau berkata kotor. Kita hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat.
    2. ghibah: membicarakan org lain
    fitnah: menuduh tanpa bukti.
    namimah: adu domba
    3. Cara memelihara lisan ketika marah adalah dengan menarik napas, tidak langsung membentak, memilih diam dulu, lalu bicara baik-baik setelah tenang. Mengingat hadits "Berkata baik atau diam".
    4. ⁠Maksudnya adalah jika kita ingin berbicara, maka ucapkanlah perkataan yang baik dan bermanfaat. Tetapi jika tidak bisa berkata baik, lebih baik kita diam agar tidak menimbulkan dosa dan menyakiti orang lain
    5. ⁠Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dulu sebelum berbicara, dan mengganti kata kasar dengan kata yang baik.

    BalasHapus
  10. assalamualaikum ghina fakhira 11 FA1 hadir..

    BalasHapus
  11. Tugas ASESMEN
    M.Rafa Ardiansyah Xl.FA.1

    1. Pengertian Memelihara Lisan
    Memelihara lisan adalah usaha untuk menjaga ucapan, perkataan, atau tulisan agar hanya menyuarakan hal-hal yang baik, bermanfaat, serta terhindar dari perkataan yang dapat menyakiti orang lain atau mendatangkan dosa.

    2. Tiga Bahaya Lisan dan Contohnya di Media Sosial
    Ghibah (Membicarakan Kejelekan Orang Lain)
    • Contoh di Media Sosial: Menulis komentar di unggahan orang lain mengenai aib atau keburukan mereka yang tidak perlu dipublikasikan.
    Fitnah (Menyebarkan Berita Bohong/Bohong)
    • Contoh di Media Sosial: Mengunggah atau membagikan (share) berita palsu (hoaks) yang dapat merusak nama baik seseorang tanpa mengklarifikasi kebenarannya.
    Ujaran Kebencian / Memaki (Namimah/Tajassus)
    • Contoh di Media Sosial: Menulis komentar kasar, caci maki, atau cyberbullying di kolom komentar platform sosial media.

    3. Cara Memelihara Lisan Saat Marah dengan Teman
    • Diam Sejenak: Menahan diri untuk tidak langsung merespons agar perkataan kasar tidak keluar saat emosi tinggi.
    • Membaca Ta'awwudz: Mengucapkan A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim untuk meredakan emosi.
    • Mengubah Posisi Tubuh: Jika berdiri maka duduk, atau mengambil air wudu untuk menenangkan hati.
    • Berbicara dengan Santun: Setelah emosi mereda, sampaikan keberatan atau alasan marah secara jujur, objektif, dan sopan tanpa mencaci.

    4. Maksud Hadis "Berkata Baik atau Diam"
    Hadis ini memuat ajaran agar seorang muslim selalu mempertimbangkan setiap kata sebelum diucapkan. Jika ucapan tersebut membawa kebaikan atau manfaat, maka ucapkanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menyakiti, memicu permusuhan, atau tidak berguna, maka diam adalah pilihan yang jauh lebih utama.

    5. Contoh Komitmen
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara atau menulis di media sosial, tidak ikut menyebarkan gosip/hoaks, serta selalu berusaha mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum Abi
    Pabo Deenejad Delapega XI.F.A.I

    1. Jelaskan pengertian memelihara lisan!
    Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar selalu berkata baik, jujur, sopan, dan bermanfaat serta menghindari perkataan yang dapat menyakiti, merugikan, atau menyinggung orang lain.

    2. Sebutkan 3 bahaya lisan dan contohnya di media sosial!
    - Fitnah → Menyebarkan berita yang belum tentu benar tentang seseorang di media sosial.
    - Ghibah (menggunjing) → Membicarakan keburukan teman melalui komentar atau grup chat.
    - Menghina atau berkata kasar → Menulis komentar yang mengejek atau merendahkan orang lain di media sosial.

    3. Bagaimana cara memelihara lisan ketika kita marah dengan teman?
    Dengan menahan emosi, berpikir sebelum berbicara, tidak berkata kasar atau menghina, berbicara dengan sopan, dan lebih baik diam sementara sampai emosi mereda.


    4. Jelaskan maksud hadits “Berkata baik atau diam”!
    Hadits tersebut mengajarkan bahwa seorang muslim harus berbicara jika perkataannya baik dan bermanfaat. Jika perkataan itu dapat menyakiti, menyinggung, atau tidak ada manfaatnya, maka lebih baik diam.


    5. Buat komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara..."
    "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berbicara sopan kepada semua orang, tidak berkata kasar, tidak menyebarkan gosip atau fitnah, serta berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara atau menulis di media sosial."


    BalasHapus
  13. EXY 11 IPA 1


    1. Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar tidak keluar kata-kata yang kotor, dusta, ghibah, fitnah, adu domba ataupun perkataan sia-sia.

    2. Fitnah : Contohnya di sosial media ada aktris yang sangat terkenal dan disukai banyak orang, namun ada juga yang tidak suka / iri sehingga orang tersebut membuat tuduhan yang buruk di sosmed.
    Dusta/Hoak : Contohnya penyebaran berita hoax di media sosial yang bertujuan untuk merugikan dan menyesatkan orang lain.
    Berkata kasar/mencaci : Contohnya Seseorang mengunggah postingan tentang gaya hidup mewah, kemudian ada penonton yang berkata sarkas karena menurutnya itu boros dan pamer.

    3. Ketika marah dengan teman sebaiknya kita menjaga lisan dengan mengucap istighfar dan merenungkan perbuatan kita dan teman kita, kita tidak harus marah untuk menyelesaikan masalah, lebih baik jika kita berdiskusi tentang permasalahan dengan lawan bicara secara bijak.

    4. Maksudnya yaitu anjuran kepada orang muslim untuk selalu menjaga lisan dari perkataan yang kotor, sia-sia dan menyakiti orang lain.

    5. Selama 1 minggu kedepan saya akan berkomitmen bahwa saya akan menjaga lisan dengan cara berkata baik, memperbanyak istighfar, menahan amarah, dan menggunakan sosmed dengan bijak.

    BalasHapus
  14. Hanny alfataa' XI.F.A.1
    ​ASESMEN
    ​1. Pengertian memelihara lisan:
    Memelihara lisan adalah upaya atau tindakan menjaga ucapan, perkataan, dan tutur kata agar senantiasa berada dalam kebaikan, serta menghindari perbuatan lisan yang buruk atau merugikan orang lain.
    ​2. Bahaya lisan dan contohnya di media sosial:
    ​Menyebarkan fitnah atau berita bohong (hoaks): Membagikan berita palsu tanpa klarifikasi di media sosial yang dapat mencemarkan nama baik seseorang.
    ​•Ghibah
    •Menulis atau mengomentari keburukan orang lain di kolom komentar postingan media sosial.
    ​•Perundungan siber (cyberbullying) Mengirimkan pesan makian, ujaran kebencian, atau ejekan di kolom komentar maupun pesan pribadi (DM) yang menyakiti perasaan orang lain.
    ​3. Cara memelihara lisan ketika marah dengan teman:
    ​•Memilih untuk diam sejenak agar lisan tidak mengucapkan kata-kata kasar atau menyakiti.
    ​•Beristigfar dan meredakan emosi sebelum menyampaikan pendapat.
    ​•Menyampaikan kekecewaan dengan tenang tanpa melakukan makian atau cacian.
    ​4. Maksud hadits "Berkata baik atau diam":
    Hadits tersebut mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya memikirkan terlebih dahulu perkataan yang akan diucapkan. Jika ucapan tersebut membawa kebaikan dan manfaat, maka ucapkanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menimbulkan dosa, keburukan, atau menyakiti orang lain, maka lebih utama untuk diam.
    ​5. Komitmen:
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan berusaha sebisa saya secara perlahan-lahan dengan cara tidak mengucapkan kata-kata kasar, menghindari membicarakan keburukan teman, serta berpikir terlebih dahulu sebelum mengomentari sesuatu di media sosial.
    ​REFLEKSI
    ​Pengalaman menyakiti orang lain dengan lisan:
    Pernah, baik secara tidak sengaja melalui perkataan langsung maupun lewat pesan tertulis di media sosial/aplikasi percakapan.
    ​Cara nya meminta maaf dan berusaha memperbaiki meminta maaf secara tulus kepada orang yang bersangkutan.
    ​Berusaha untuk belajar dari kesalahan saya sebelumnya.
    ​Mengganti perkataan yang buruk dengan tutur kata yang sedikit lebih sopan dan berusaha selalu menjaga sikap ke depannya.

    BalasHapus
  15. BILQIS SABRINA AQYLA XI.FA.1
    1.Pengertian memelihara lisan
    Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar selalu berkata baik, sopan, jujur, dan tidak menyakiti atau merugikan orang lain

    2.3 bahaya lisan dan contohnya di media sosial
    - Ghibah (membicarakan keburukan orang lain) menulis komentar tentang kekurangan teman di media sosial
    - Fitnah (menyebarkan berita yang tidak benar)membagikan berita palsu tentang seseorang tanpa memastikan kebenarannya
    - Mencela atau menghina menulis komentar kasar untuk mengejek penampilan atau pendapat orang lain

    3.Cara memelihara lisan ketika marah dengan teman
    Ketika marah, sebaiknya kita diam terlebih dahulu, menenangkan diri, tidak berkata kasar, dan berbicara dengan baik setelah emosi reda. Kita juga sebaiknya memaafkan dan menyelesaikan masalah dengan cara yang sopan

    4.Maksud hadits “Berkata baik atau diam”
    Hadits tersebut mengajarkan kita untuk hanya mengucapkan perkataan yang baik dan bermanfaat. Jika tidak mampu berkata baik atau ucapan tersebut dapat menyakiti orang lain, maka lebih baik kita dia

    5.Komitmen
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berkata sopan, tidak berkata kasar, tidak menghina atau menggunjing orang lain, tidak menyebarkan berita yang belum tentu benar, serta berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara dan menulis di media sosial.

    BalasHapus
  16. 1. Pengertian Memelihara Lisan
    Memelihara lisan (hifzhul lisan) adalah upaya sadar untuk menjaga dan mengontrol ucapan, tulisan, maupun ekspresi bahasa agar hanya mengeluarkan hal-hal yang baik, bermanfaat, serta tidak merugikan atau menyakiti orang lain. Dalam konteks modern, memelihara lisan juga mencakup menjaga "lisan digital", yaitu jempol atau tulisan kita di media sosial.
    2. Tiga Bahaya Lisan dan Contohnya di Media Sosial
    Ghibah (Membicarakan Kejelekan Orang Lain)
    Contoh di Media Sosial: Mengomentari postingan selebriti atau teman dengan membicarakan kekurangan fisik (body shaming) atau mengumbar aib hidup mereka di kolom komentar/grup chat.
    Fitnah dan Hoaks (Menyebarkan Berita Bintang/Bohong)
    Contoh di Media Sosial: Mengunggah ulang (repost) atau membagikan rumor yang belum pasti kebenarannya tentang seseorang tanpa klarifikasi, sehingga merusak reputasi orang tersebut.
    Namimah (Adu Domba)
    Contoh di Media Sosial: Mengunggah tangkapan layar (screenshot) percakapan pribadi ke Instagram Story atau X dengan narasi provokatif agar warganet menyerang salah satu pihak.
    3. Cara Memelihara Lisan Saat Marah dengan Teman
    Terapkan Prinsip "Jeda Sebelum Merespons": Tarik napas dalam-dalam dan jangan langsung berbicara atau membalas pesan saat emosi sedang memuncak.
    Diam atau Hindari Kontak Sesaat: Jika merasa tidak bisa mengontrol kata-kata, beri tahu teman secara baik-baik bahwa kamu butuh waktu untuk menenangkan diri sebelum membahas masalahnya.
    Gunakan Kalimat Berfokus Pada Perasaan (I-Message): Saat sudah tenang, sampaikan masalah tanpa memaki. Contoh: "Aku merasa kecewa waktu kamu melakukan itu," bukan "Kamu memang selalu jahat dan tidak tahu diri!"
    4. Maksud Hadits "Berkata Baik atau Diam"
    Maksud dari hadits Rasulullah SAW—"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam"—adalah bahwa ucapan seseorang merupakan cerminan dari kualitas imannya.
    Hadits ini mengajarkan kita untuk memikirkan dampak dari setiap ucapan sebelum mengeluarkannya. Jika ucapan itu membawa kebaikan, kedamaian, atau manfaat, sampaikanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menyakiti, memicu konflik, atau tidak ada gunanya, pilihan terbaik dan paling mulia adalah diam.
    5. Komitmen Diri
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara:
    Berpikir 3 detik sebelum berbicara atau mengetik komentar di media sosial, tidak ikut campur dalam obrolan yang mengarah pada ghibah, dan langsung menutup aplikasi HP jika mulai terdorong untuk mengetik komentar negatif/kasar.

    BalasHapus
  17. Jaka satria
    ipa 1
    assesment

    1. Pengertian Memelihara Lisan
    Memelihara lisan adalah usaha untuk menjaga ucapan, perkataan, atau tulisan agar hanya menyuarakan hal-hal yang baik, bermanfaat, serta terhindar dari perkataan yang dapat menyakiti orang lain atau mendatangkan dosa.

    2. Tiga Bahaya Lisan dan Contohnya di Media Sosial
    Ghibah (Membicarakan Kejelekan Orang Lain)
    • Contoh di Media Sosial: Menulis komentar di unggahan orang lain mengenai aib atau keburukan mereka yang tidak perlu dipublikasikan.
    Fitnah (Menyebarkan Berita Bohong/Bohong)
    • Contoh di Media Sosial: Mengunggah atau membagikan (share) berita palsu (hoaks) yang dapat merusak nama baik seseorang tanpa mengklarifikasi kebenarannya.
    Ujaran Kebencian / Memaki (Namimah/Tajassus)
    • Contoh di Media Sosial: Menulis komentar kasar, caci maki, atau cyberbullying di kolom komentar platform sosial media.

    3. Cara Memelihara Lisan Saat Marah dengan Teman
    • Diam Sejenak: Menahan diri untuk tidak langsung merespons agar perkataan kasar tidak keluar saat emosi tinggi.
    • Membaca Ta'awwudz: Mengucapkan A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim untuk meredakan emosi.
    • Mengubah Posisi Tubuh: Jika berdiri maka duduk, atau mengambil air wudu untuk menenangkan hati.
    • Berbicara dengan Santun: Setelah emosi mereda, sampaikan keberatan atau alasan marah secara jujur, objektif, dan sopan tanpa mencaci.

    4. Maksud Hadis "Berkata Baik atau Diam"
    Hadis ini memuat ajaran agar seorang muslim selalu mempertimbangkan setiap kata sebelum diucapkan. Jika ucapan tersebut membawa kebaikan atau manfaat, maka ucapkanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menyakiti, memicu permusuhan, atau tidak berguna, maka diam adalah pilihan yang jauh lebih utama.

    5. Contoh Komitmen
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara atau menulis di media sosial, tidak ikut menyebarkan gosip/hoaks, serta selalu berusaha mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat.

    BalasHapus
  18. M Raffa Aditya Setiawan
    11 ipa 1
    1.Memelihara lisan adalah menjaga ucapan kita agar tidak menyakiti orang lain, tidak berkata bohong, mencela, menggunjing, atau berkata kotor. Kita hanya mengucapkan kata-kata yang baik dan bermanfaat.

    *2. -Ghibah/Menggunjing*: Contohnya berkomentar menjelekkan teman di kolom komentar TikTok.
    -*Fitnah/Hoaks*: Contohnya menyebarkan berita bohong tentang seseorang di grup WhatsApp.
    - *Bully/Mencaci*: Contohnya berkomentar kasar dan menghina postingan orang di Instagram.

    *3. Cara memelihara lisan ketika marah adalah dengan menarik napas, tidak langsung membentak, memilih diam dulu, lalu bicara baik-baik setelah tenang. Mengingat hadits "Berkata baik atau diam".

    *4. Maksudnya adalah jika kita ingin berbicara, maka ucapkanlah perkataan yang baik dan bermanfaat. Tetapi jika tidak bisa berkata baik, lebih baik kita diam agar tidak menimbulkan dosa dan menyakiti orang lain.

    5. Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dulu sebelum berbicara, tidak ikut berkomentar negatif di media sosial, dan mengganti kata kasar dengan kata yang baik.

    BalasHapus
  19. Puri Lathifah Nuraini, hadir abi
    Jawaban nya saya japri ke no abi

    BalasHapus
  20. Fakhira Azaria Nadhifa XI.FA.1

    1. Memelihara lisan adalah menjaga dan mengontrol ucapan (termasuk tulisan di media digital) agar hanya menyampaikan hal yang benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.

    2. 1) Ghibah: Mengomentari aib atau masalah pribadi orang lain di akun gosip.
    2) Fitnah: Menyebarkan berita boong (hoaks) atau video editan tanpa klarifikasi.
    3) Mencela (Bullying): Menulis komentar kasar atau ejekan fisik (body shaming) di unggahan orang.

    3.Diam sejenak dan tidak langsung merespons agar tidak keluar kata-kata kasar.
    1) Beristighfar atau menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan emosi.
    2) Berbicara lagi nanti setelah suasana hati sudah tenang dan kepala dingin.

    4. Maksudnya adalah iman seseorang tecermin dari ucapannya. Kita wajib berpikir sebelum berbicara; jika ucapan itu bermanfaat maka sampaikan, tetapi jika berpotensi menyakiti atau tidak penting, lebih baik diam.

    5. "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir sebelum berbicara atau mengetik komentar, serta tidak akan ikut membicarakan keburukan orang lain."

    BalasHapus
  21. m.lucky rasya pratama
    ipa 1

    1. Pengertian Memelihara LisanMemelihara lisan berarti menjaga ucapan, perkataan, dan tutur kata agar senantiasa bernilai baik, benar, jujur, serta terhindar dari perkataan yang sia-sia atau dapat menyakiti hati orang lain.
    2. Tiga Bahaya Lisan dan Contohnya di Media SosialGhibah (Membicarakan keburukan orang lain): Menulis komentar negatif atau menyebarkan aib orang lain di kolom komentar akun gosip.Fitnah (Menyebarkan berita bohong): Membagikan (share) informasi palsu atau hoaks yang menyudutkan pihak tertentu tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.Ujaran Kebencian (Cyberbullying): Melontarkan kata-kata makian, cacian, atau hinaan fisik (body shaming) secara langsung kepada pemilik akun lain.
    3. Cara Memelihara Lisan Saat Marah dengan TemanDiam dan menarik napas dalam-dalam agar emosi mereda sebelum berbicara.Menghindari membalas pesan atau memberikan komentar di media sosial saat suasana hati sedang panas.Memilih kata yang netral dan fokus pada masalah (bukan menyerang pribadi teman) jika harus menyelesaikan kesalahpahaman secara langsung.
    4. Maksud Hadits "Berkata Baik atau Diam"Maksud dari hadits ini adalah seorang muslim dituntut untuk menyaring setiap perkataan sebelum diucapkan. Jika ucapan tersebut membawa manfaat dan kebaikan, maka sampaikanlah. Namun, jika ucapan tersebut berpotensi menimbulkan dosa, menyakiti orang lain, atau sia-sia, maka menahan diri dan memilih diam adalah sikap yang jauh lebih utama dan menyelamatkan.
    5. Komitmen Menjaga Lisan"Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dua kali sebelum berbicara atau menulis komentar, tidak ikut serta dalam membicarakan keburukan orang lain, dan segera meminta maaf jika tidak sengaja melontarkan perkataan yang menyinggung perasaan orang lain.

    BalasHapus
    Balasan

    1. nama:ahmad faiz raffasya 1.Pengertian: Menjaga ucapan dan tulisan agar selalu bermanfaat, jujur, serta tidak menyakiti orang lain.
      2.3 Bahaya di Medsos: Ghibah (buka aib di thread), Fitnah (sebar hoaks), dan Mencaci (komentar cyberbullying).
      3.Cara Hadapi Marah: Ambil jeda untuk diam, tenangkan diri, dan jangan membuat status sindiran di media sosial.
      4.Maksud Hadits: Tolok ukur keimanan; jika ucapan tidak membawa manfaat atau kebenaran, pilihan terbaik adalah diam.
      5.Komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir 5 detik sebelum berbicara atau mengetik komentar negatif."

      Hapus
  22. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  23. Nama :Rifat Achmad E.
    kelas :XI.FA.3
    1. Memelihara lisan adalah berusaha menjaga ucapan supaya tidak menyakiti orang lain atau menimbulkan masalah. Jadi, sebelum ngomong sebaiknya dipikir dulu, apakah ucapan kita bermanfaat atau malah bikin keadaan makin runyam.

    2.Ghibah, contohnya membicarakan keburukan teman di grup chat saat dia nggak ada.
    Fitnah, contohnya menyebarkan berita tentang seseorang yang belum terbukti benar.
    Mengejek atau menghina, contohnya menulis komentar yang merendahkan orang lain hanya karena beda pendapat.

    3.Saat marah, sebaiknya jangan langsung ngomong atau mengetik sesuatu yang emosional. Bisa menenangkan diri dulu, menjauh sebentar, lalu menyampaikan masalah dengan bahasa yang baik. Soalnya satu kalimat yang keluar saat emosi bisa bikin masalah yang tadinya kecil malah jadi panjang.

    4.Maksudnya, kalau yang mau kita sampaikan itu baik dan bermanfaat, silakan diucapkan. Tapi kalau hanya akan menyakiti, menghina, atau memperkeruh keadaan, lebih baik diam. Diam bukan berarti kalah, kadang justru cara paling aman supaya kita nggak menyesal setelah ngomong.

    5.Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir dulu sebelum berbicara, tidak ikut menyebarkan gosip atau berita yang belum jelas, dan berusaha tetap menggunakan kata-kata yang sopan meskipun sedang kesal

    BalasHapus
  24. Nama: Najwa Amana Mufida
    Kelas: XI.FA.3
    1. Jelaskan pengertian memelihara lisan!
    Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar selalu berkata baik, jujur, sopan, dan tidak menyakiti atau merugikan orang lain.

    2. Sebutkan 3 bahaya lisan dan contohnya di media sosial!
    Ghibah→ membicarakan keburukan orang lain di kolom komentar atau grup chat.
    Fitnah→ menyebarkan berita atau tuduhan yang belum tentu benar tentang seseorang.
    Berkata kasar → menghina atau mencaci orang lain saat berkomentar di media sosial.

    3. Bagaimana cara memelihara lisan ketika kita marah dengan teman?
    Saat marah, sebaiknya menenangkan diri terlebih dahulu, tidak langsung berbicara atau mengirim pesan, menghindari kata-kata kasar, dan menyampaikan masalah dengan cara yang baik setelah emosi mereda.

    4. Jelaskan maksud hadits “Berkata baik atau diam”!
    Maksudnya, kita dianjurkan untuk berbicara jika perkataan kita membawa kebaikan. Jika tidak ada hal baik yang ingin disampaikan, lebih baik diam agar tidak menyakiti orang lain atau menimbulkan masalah.

    5. Buat komitmen: "Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara..."
    > Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berkata sopan, tidak berkata kasar, tidak membicarakan keburukan orang lain, dan berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara maupun menulis sesuatu di media sosial.

    BalasHapus
  25. Nama: irvia safa putri
    kelas: 11.3
    1. Pengertian Memelihara Lisan :
    Memelihara lisan adalah upaya menjaga ucapan, perkataan, dan komunikasi agar selalu bernilai positif, benar, jujur, serta tidak menyakiti atau merugikan orang lain. Dalam konteks agama, memelihara lisan merupakan wujud pengendalian diri dari dosa-dosa yang berasal dari ucapan, sekaligus menjaga kedamaian dan kehormatan sesama.

    2. Bahaya Lisan dan Contohnya di Media Sosial

    - Ghibah (Membicarakan Keburukan Orang Lain)
    Membuat atau membagikan konten berupa video atau tulisan yang mengungkap aib dan masalah pribadi orang lain, seperti spill the tea atau akun gosip.

    - Fitnah atau Hoaks (Menyebarkan Berita Bohong)
    Menulis dan menyebarkan tuduhan yang tidak berdasar atau berita palsu tentang seseorang tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu (tabayyun).

    - Ujaran Kebencian dan Perundungan Siber (Cyberbullying)
    Menulis komentar kasar, makian, hinaan, atau melakukan body shaming terhadap orang lain di media sosial.

    3. Cara Memelihara Lisan Saat Marah dengan Teman

    - Mengambil Jeda dan Diam
    Berusaha untuk tidak langsung merespons atau berbicara ketika emosi sedang memuncak agar tidak mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.

    - Mengingat Dampak Buruk Perkataan
    Menyadari bahwa perkataan kasar yang diucapkan saat marah dapat merusak hubungan dan kepercayaan dalam pertemanan.

    - Menenangkan Diri Secara Fisik
    Menarik napas dalam-dalam, duduk jika sedang berdiri, atau berwudu bagi umat Muslim untuk membantu meredakan amarah sebelum menyelesaikan masalah dengan baik.

    4. Maksud Hadis "Berkata Baik atau Diam"

    Hadis tersebut merupakan perintah untuk menjaga dan mengendalikan lisan. Salah satu bentuk keimanan seseorang dapat terlihat dari kemampuannya dalam mengendalikan ucapan. Jika seseorang tidak mampu mengatakan sesuatu yang bermanfaat, membawa kedamaian, atau mengandung kebenaran, maka pilihan yang paling baik dan aman bagi dirinya maupun orang lain adalah diam.

    5. Contoh Komitmen Menjaga Lisan
    Selama satu minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara atau mengetik komentar di media sosial, tidak ikut serta dalam obrolan yang membicarakan keburukan orang lain, serta segera beristighfar atau memilih diam ketika mulai merasa emosi atau marah."

    BalasHapus
  26. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  27. Nama: Almira Cahya P.
    Kelas: XI.F.A.3

    1.Jelaskan pengertian memelihara lisan!
    Jawaban: Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar selalu berkata baik, sopan, jujur, dan tidak menyakiti atau merugikan orang lain.

    2.Sebutkan 3 bahaya lisan dan contohnya di media sosial!
    Jawaban:

    Ghibah: membicarakan keburukan orang lain, contohnya membahas kekurangan teman di grup chat. Fitnah: menyebarkan berita atau tuduhan yang tidak benar tentang seseorang di media sosial. Bullying: menghina atau mengejek orang lain melalui komentar atau unggahan di media sosial.

    3.Bagaimana cara memelihara lisan ketika kita marah dengan teman?
    Jawaban: Menenangkan diri terlebih dahulu, tidak berkata kasar atau menghina, berbicara dengan sopan, dan menyampaikan masalah setelah emosi sudah reda.

    4.Jelaskan maksud hadits “Berkata baik atau diam”!
    Jawaban: Hadits tersebut mengajarkan kita untuk hanya mengucapkan perkataan yang baik, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain. Jika tidak mampu berkata baik, sebaiknya kita diam.

    5.Buat komitmen: “Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara...”
    Jawaban: “Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berkata sopan dan jujur, tidak menghina atau menyebarkan keburukan orang lain, serta berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara maupun menulis di media sosial.”

    BalasHapus
  28. nama : m zakky ramadhan
    kelas : 11 ipa 3
    1.Memelihara lisan adalah menjaga ucapan agar selalu berkata baik, sopan, jujur, dan tidak menyakiti atau merugikan orang lain.

    2. 3 bahaya lisan dan contohnya di media sosial:

    Ghibah: membicarakan keburukan orang lain di belakangnya, misalnya menyebarkan aib teman di grup chat.

    Fitnah: menyebarkan berita bohong tentang seseorang, misalnya membuat postingan dengan informasi palsu.

    Menghina: berkata kasar atau merendahkan orang lain, misalnya memberikan komentar buruk pada foto teman.

    3.Cara memelihara lisan ketika marah dengan teman:
    Diam terlebih dahulu, menenangkan diri, tidak berkata kasar, dan menyelesaikan masalah dengan berbicara secara baik-baik.

    4.Maksud hadis “Berkata baik atau diam”:
    Hadis tersebut mengajarkan kita untuk hanya mengucapkan perkataan yang baik dan bermanfaat. Jika tidak mampu berkata baik, sebaiknya kita diam agar tidak menyakiti atau merugikan orang lain.



    5.Komitmen Menjaga Lisan
    Selama 1 minggu ke depan, saya akan menjaga lisan dengan cara berkata sopan, tidak berkata kasar, tidak menyebarkan berita bohong, tidak menghina atau membicarakan keburukan orang lain, serta memilih diam jika perkataan saya dapat menyakiti orang lain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi PAI memelihara ikan, menutupi aib orang lain

Materi pai

Tokoh-tokoh ulama Nusantara yang mendunia